Aku, Tak Terdengar Olehmu

Jika aku adalah waktu

Aku mungkin memerankan detik

Selalu ada menemanimu

Tapi tak pernah sedetik pun kausadari

Tik.

Aku berbisik di belakang, kau tak mendengar

Aku berseru di depan, kau palingkan arah

Aku berteriak di samping, kau tak peduli

Aku meraung di sudut, tetap saja. Kau tak bergeming

Enam puluh detik. Tik.

Barulah kau menyadari

Bukan. Bukan menyadariku!

Tapi menyadari sang menit yang mulai merayu

Kotaku suatu sore, 22 Agustus 2013

Advertisements

One thought on “Aku, Tak Terdengar Olehmu

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s