Kelas Menulis Pagi Ini :)

Berawal dari pertanyaan: “Kenapa kamu menulis?” dari seorang pemateri. Saya jawab: “Saya menulis karena tidak semua perasaan dapat saya ungkapkan, juga banyak kenangan yang sulit saya ingat, maka saya tuangkan lewat tulisan.” Jadi, sebelum banyak hal itu ‘pergi’ dan terlupakan, mereka akan saya bungkus dengan rapi lewat tulisan-tulisan sederhana ini.

Terdapat empat alur dalam menulis. Yang paling pertama adalah IDEA. Bagaimana mau menulis jika kita tidak memiliki ide apa pun. Ide dapat muncul dari 2 sumber, yaitu eksperensial dan referensial. Eksperensial contohnya pengalaman, wawancara, diskusi, dan lain sebagainya. Sedangkan referensial dapat berasal dari buku, film, lagu, kitab suci, dan masih banyak lagi. Jadi, jika kita ingin memiliki banyak ide, banyaklah membaca, tonton banyak film, dengarkan musik, dan banyaklah melakukan hal-hal berbeda tiap harinya. Cara yang saya sebutkan itu hanya segelintir kegiatan yang dapat memberi kita inspirasi untuk menulis. Kemudian alur yang kedua adalah FREE WRITING. Artinya, tuangkan semua hal yang ada di pikiran kita, tuliskan semua hingga tidak ada lagi yang bisa kita tuliskan. Dalam tahap ini, kita tidak perlu memperhatikan tata cara penulisan, alur cerita yang kita buat, dan semacamnya, yang penting kita menulis. Alur yang ketiga adalah FORMING. Barulah di alur ini kita membentuk tulisan seperti yang kita inginkan dan merunutkan alur cerita agar tulisan yang kita buat menjadi lebih terstruktur. Sampai di alur terakhir, yaitu EDITING. Di tahap ini kita tinggal mengoreksi tulisan kita secara keseluruhan. Perlu diingat, bahwa penulis handal sekalipun tidak selalu langsung menyajikan tulisan tanpa proses editing. Jadi, tidak perlu khawatir jika kita tulisan yang kita hasilkan belum terlalu baik.

Menulis berarti menuangkan pikiran, mencurahkan isi hati, berbagi kisah, dan lainnya. Dari banyak pengertian itu, dapat ditarik benang merah, bahwa menulis berarti bercerita. Lewat menulis kita bisa menceritakan semua hal yang kita mau. Di kelas menulis pagi ini, sang pemateri mengatakan bahwa pekerjaan intelektual kita bukan menulis tetapi bercerita. Dalam bercerita inilah, setiap orang memiliki ciri dan keunikannya masing-masing. Tidak perlu minder dengan cerita yang kita tulis. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi kita juga bisa menghijaukan rumput di halaman kita sendiri. Artinya, tulisan orang lain memang selalu terlihat lebih baik, tapi bukan berarti tulisan kita buruk. Dan tentu saja, kita pun bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang lebih baik dengan gaya penulisan kita tentunya. Menulis dapat menjadi salah satu terapi hati dan membuat kita menjadi diri sendiri.

Maka, mari menulis, mari bercerita! 🙂

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s