Tak Pernah Salah Ku Mengenalimu

Nafasku tercekat kemudian berburu lebih cepat

Lelaki yang berdiri di ujung jalan itu, seperti kamu

Ya, itu kamu

Tak pernah salah ku mengenalimu

Tamu keceriaan dalam sedihku

Tamu kehangatan dalam dinginku

Tamu kedamaian dalam takutku

Tamu kekuatan dalam rapuhku

Ya, itu kamu

Tak mungkin salah ku mengenalimu

Kamu, yang hanya seorang tamu

Kamu, yang selalu menjadi tamu

Hingga aku tak layak menahan kepergianmu

Kamu, cuma tamu yang kini telah menemukan perempuanmu

Ah, lagi-lagi kamu

Wahai kamu, tamuku

Titip salamku untuk perempuan yang kini bersandar di bahumu

Kuharap, dia pun tak pernah salah mengenalimu

 12 Agustus 2013 ; 19:59

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s