Orang Itu kunamai “DIA”

Hari ini aku berniat mengunjungi tempat dengan banyak buku berjejer di kampusku. Saat ku masuk ke ruangan itu, aku memperhatikan sesosok punggung yang tak asing bagiku. Seperti punggungnya. Ah, kuharap ini cuma ilusi. Aku berlalu meninggalkan punggung itu menuju buku-buku yang berisi rekaan.

Ku berusaha fokus dengan untaian fiksi di buku yang telah kupilih. Tapi tak mudah, karena sesekali aku masih saja menyempatkan memandang pemilik punggung dengan bendera England di belakangnya. Berharap dia berbalik menatapku agar ku tahu siapa dia sebenarnya. Aku semakin penasaran, karena semenjak melihat orang itu yang duduk membelakangi pintu, ada rasa yang berdebar lebih cepat. Aku ingin memastikan siapa dia, tapi langkahku terlalu malu-malu untuk mendekatinya. Jika memang benar orang itu dia, ah, aku tidak bisa membayangkan. Mungkin aku hanya bisa mematung tanpa dapat berkata apa-apa. Memalukan!

Baiklah, lebih baik aku tinggalkan tempat itu. Berpura-pura tidak peduli siapapun pemilik punggung itu.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s