Resolusi (Wacana Awal dan Akhir Tahun)

Bulan kedua belas tahun ini tiba juga. Empat puluh delapan minggu yang sudah lewat terasa melesat tanpa permisi. Waktu yang berlalu begitu cepat, atau kita yang terlalu tertinggal di belakang? Waktu yang tersisa tinggal satu bulan lagi, lebih tepatnya tiga puluh hari lagi. Resolusi apa yang belum tercapai? Banyak. Cukupkah tercapai dengan sisa waktu ini? Entah.

Resolusi seperti menjadi sebuah keharusan untuk dibuat saat pergantian tahun. Bagaimana dengan mewujudkannya? Ah, sebagian orang kadang pura-pura lupa dengan apa yang telah dibuat. Jalani, ya jalani saja. Harusnya tidak begitu. Kita tidak bisa hanya mengikuti jalan yang telah ada untuk dapat mencapai tujuan. Kadang kita harus menemukan jalan lain bahkan membuat jalan sendiri agar resolusi ini tidak hanya sekadar resolusi, tidak hanya menjadi wacana awal dan akhir tahun.

Resolusi merupakan suatu pencapaian, bukan hanya pengucapan. Resolusi baru bisa dikatakan resolusi saat kita berhasil mencapainya. Berbicara resolusi berarti berbicara soal mimpi. M-I-M-P-I. Klasik dan akhir-akhir sering sekali diperbincangkan dan menjadi tema menarik dalam training maupun seminar-seminar motivasi. Dalam menyusun mimpi, kita harus mendefinisikannya dengan baik, agar kita tahu langkah apa saja yang harus ditempuh untuk mewujudkan mimpi tersebut. Salah satu kerangka yang menurut saya bagus untuk menyusun mimpi adalah dengan berpegang pada  filosofi SMART. Berdasarkan filosofi ini,  tujuan kita harus:
1. Specific (Spesifik);
2. Measurable (Terukur);
3. Action-Oriented (Berorientasi kegiatan);
4. Realistic/Relevan  (Realistis); dan
5. Time/resource constrain (Waktu / batasan sumberdaya).

Selanjutnya, kita  buatkan daftar dan tugas apa saja yang harus dilakukan. Setelah itu, kita tinggal berusaha dengan mengerahkan seluruh kemampuan kita. Lalu, biarkan Allah yang Memberi keputusan atas hasil usaha kita tersebut. Mimpi baru dikatakan mimpi saat kita membuka mata, kemudian berjuang keras untuk mewujudkannya.
“Bermimpilah, karena Tuhan akan Memeluk mimpi-mimpi itu.” – Andrea Hirata
 dream
Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s