Sebut Saja Epilog

Pagi kedua di tanggal 31 Desember. Pagi kedua dan semoga tahun depan akan menjadi pagi pertama lagi dengan hati yang lebih utuh pula. Mari mengulang semuanya dari awal.

Dua tahun, genap jatuh di hari ini. Hari yang tidak bersalah ini harus ditumpahi kekecewaanku. Bukan, aku bukannya kecewa padamu, wahai hari. Melainkan aku kecewa pada dia yang singgah di suatu waktu tepat hari ini dua tahun yang lalu. Inginku untuk tidak mengenang apa yang pernah terjadi, sehingga aku bisa melalui waktu di hari ini dengan senyum penuh. Tak pentinglah aku mengenang dia di hari ini. Dia pergi dan tak pernah mengingat apa yang terjadi di hari ini, bahkan ia tak pernah memasukkan hal ini ke memorinya. Mari biarkan hal ini menjadi debu.

Pagi kedua ini sekaligus akan menjadi pagi pertama aku benar-benar melewatkannya. Tak akan peduli pada kisah apapun yang mungkin dia tulis. Bersama siapapun, silakan. Karena kini aku pun tengah membuat prolog untuk kisah baru yang aku yakin lebih indah karena ada seseorang yang akan menemaniku berkisah. Cerita bersamanya bahkan enggan untuk kubuatkan epilog. Aku lebih memilih  menekan ‘ctrl+A’, delete, kemudian ‘ctrl+S’. Sehingga aku menyimpan kisah dengannya dalam bentuk halaman kosong.

Baiklah, selamat tinggal seseorang yang kerap kusebut foxtrot.

*Foxtrot merupakan sebutan untuk menjelaskan huruf F.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s