Kamu di Cermin Itu

Kepadamu yang aku tunggu
Kamu yang kucari dan masih belum kutemukan.

Aku telah berusaha menemukanmu, di sudut dan tengah kota kecil ini, juga kota lain yang kuharapkan ada kamu di dalamnya. Aku berusaha mendapatkan pandangan matamu. Aku mencari kamu. Sayang, belum juga kudapati dirimu, belum juga kusadari adamu.

Aku terus mencarimu ke sana ke mari. Mungkin kamu telah tergambar nyata, atau masih berwujud dalam maya? Entahlah.

Tibalah suatu saat aku menemukanmu. Lewat cermin jernih di kamarku. Tengah menatapku tajam, memperhatikanku lekat-lekat. Wahai kamu, aku menemukan sebagian dari kamu. Bahwa aku ternyata telah bersamamu sejak lama. Aku adalah bagian dirimu dan kamu adalah bagian diriku yang tak terpisahkan. Mungkin sekarang aku belum bertemu dengan kamu, tapi satu hal yang pasti aku dan kamu telah menjadi kita sejak lama, telah tertulis nama kita berdua di atas kertas tak terlihat.

Akulah kamu, begitupun kamu. Adalah aku. Sampai berjumpa, kamu. Dalam masa penantian ini, aku tengah memperbaiki diri ini. Kuharap kamupun sama.
Sampai bertemu di satu masa di mana hanya Tuhan yang tahu.

Advertisements

5 thoughts on “Kamu di Cermin Itu

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s