Dari Langit Teruntuk Bumi

Hujan.

Wahai Bumi, ini bukan hujan, ini hanya air yang jatuh dari langit. Awan terlalu penat untuk terus menahannya, untuk terus memintanya tetap tinggal. Air ini menyampaikan pesan kerinduanku padamu, Bumi. Air ini berbicara bahwa aku takkan pernah berhenti memujamu, meski jarak terlampau tinggi. Aku masih setia mengagumimu dari singgasana ini walau jumpa dan berkisah satu sama lain menjadi hal yang mustahil. Maka, biarlah pesan-pesan cinta tersebut kusampaikan melalui air mata yang terpaksa jatuh, demi menyentuh bumi, demi memeluk bumiku yang tak terraih.

Wahai Bumi, kau tak perlu setia menungguku. Alihkan saja kecintaanmu pada hal lain yang lebih dekat denganmu, lebih mampu menjagamu, lebih kuat melindungimu, dan lebih erat memelukmu. Kau tak perlu ragu, Bumi. Karena setiaku masih terus hidup meski kau telah berganti hati. Jarak takkan pernah berhasil membunuh kasihku padamu, Bumiku.

Kutitipkan rindu ini lewat air yang turun, melalui angin yang semilir, melalui jarak yang terbentang. Akhirilah penantianmu, karena ku takkan datang.

Image

Sumber gambar: http://iamcoffeeholic.blogspot.com/2012/02/alam-berbisik.html

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s