Bahagia Itu Sederhana (katanya)

Dalam buku “Seven Habits of Highly Effective People” saya pernah baca, bahwa kegagalan itu bakal ditemui oleh orang yang berusaha membahagiakan semua orang. Saya menebak maksud dari Covey. Artinya saat seseorang berusaha membahagiakan semua orang, ia bisa saja gagal membahagiakan dirinya sendiri. Karena kebahagiaan orang lain belum tentu menjadi kebahagiaan utama bagi dirinya.

Akan tetapi lain halnya apabila seseorang itu baru dapat mencapai kebahagiaan saat ia mampu melihat kebahagiaan semua orang di sekelilingnya. Maka hal tersebut bukanlah dinamakan kegagalan lagi seperti yang diungkapkan Covey sebelumnya. Di sinilah letak permasalahannya. Bagaimana bisa ia tahu orang-orang tersebut bahagia. Parameter apa yang mengukur beberapa orang bahkan seseorang itu bahagia atau tidak. Tidak ada. Saat seseorang telah mencapai satu kebahagiaan, keinginan untuk mencapai kebahagiaan lain akan segera muncul. Lantas, sampai kapan ia akan berusaha membahagiakan mereka. Kebahagiaan mereka yang mana?

Inilah yang saya pahami dari ungkapan Covey tersebut. Kita tidak dapat membahagiakan semua orang, sampai kapanpun kita tidak akan mampu. Hal ini dikarenakan semua orang memiliki target kebahagiaan yang tidak akan berujung. Kita bisa membahagiakan mereka dengan mendefinisikan salah satu dari banyak kebahagiaan mereka. Membahagiakan orang lain itu merupakan hal yang mulia, tapi kita harus melihat kemampuan diri sendiri yang tentu memiliki keterbatasan. Hal yang seharusnya dilakukan adalah menjadi diri sendiri, melakukan hal terbaik yang semampu mungkin baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena kadang pencapaian yang telah diri kita raih bisa menjadi sumber kebahagiaan orang lain.

Image

Sumber gambar: parnira.blogfa.com

Kata orang bahagia itu sederhana, dan ya, memang sederhana. Bagi saya, menghirup segar udara subuh dan menatap lembayung di langit senja adalah suatu kebahagiaan. Sederhana, kan?

——–

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: Bahagia (n) adalah keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); Membahagiakan (v) adalah keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); Kebahagiaan (v) adalah perasaan bahagiakesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungankemujuran yang bersifat lahir batin.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s