[Resensi] Kinanthi Terlahir Kembali karya Tasaro GK

ImageSumber gambar: www.rakuten.co.id

Judul: Kinanthi Terlahir Kembali
No. ISBN: 9786028811903
Penulis: Tasaro GK
Penerbit: Bentang Pustaka
Tanggal terbit: Oktober – 2012
Jumlah Halaman: 544
Kategori: Romance
Text Bahasa: Indonesia ·
Rate: 4/5

Kinanthi Terlahir Kembali berkisah tentang Kinanthi dan Ajuj yang tinggal di sebuah desa di bawah kaki Gunung Kidul, Yogyakarta. Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Ajuj adalah anak dari seorang Rois desa tersebut, sedangkan Kinanthi adalah anak perempuan dari seorang penjudi. Persahabatan kedua anak tersebut tetap terjalin erat meskipun orang tua Ajuj melarangnya. Hingga suatu hari, mereka terpaksa berpisah karena Kinanthi dijual orang tuanya ke Bandung. Dua tahun di Bandung, kehidupan Kinanthi sungguh baik, ia disekolahkan oleh orang tua angkatnya. Tapi ternyata dari situlah kehidupan sesungguhnya dimulai. Kinanthi harus merasakan hidup yang keras di negeri Arab, Miami, bahkan Amerika.

Cerita ini sungguh menarik, konflik yang disajikan pun tidak sederhana. Buku tebal tersebut menurut saya mampu merangkum semua konflik dengan apik dan menarik. Meskipun di beberapa bagian terkesan bertele-tele, tapi kelemahan tersebut tetap tertutupi dengan untaian kata bang Tasaro yang indah. Penulis berhasil membuat saya sering membelalakkan mata saat tiba di alur yang tak terduga sebelumnya, menangis di beberapa bagian, juga tersenyum tepat di halaman terakhir.

Banyak sekali pesan yang dapat saya petik dari buku ini. Perjalanan hidup Kinanthi yang keras, tetapi pada akhirnya dia lebih memilih untuk bangkit dibandingkan harus terus tersungkur jatuh. Selain itu, kemampuan memelihara cinta pada sahabat kecilnya, Ajuj, memang patut diacungi jempol. Bagian yang paling saya suka yaitu 103 surat tak terbalas yang dengan tekun Kinanthi tujukan kepada Ajuj selama hampir dua puluh tahun tersebut. Bukan hanya Kinanthi yang berjuang, melainkan Ajuj tak kalah keras usahanya untuk menemukan Kinanthi dengan mendatangi dan tinggal bertahun-tahun di Bandung dan Jakarta di mana pernah terdengar kabar Kinanthi berada di sana.

Jika dibandingkan dengan buku Tasaro lain yang pernah saya baca, yaitu Tetap Saja Kusebut Dia Cinta, tentu saja saya lebih menyukai cerita Kinanthi ini. Sebab buku sebelumnya merupakan buku kumpulan cerpen dan prosa sehingga tidak ada konflik yang benar-benar klimaks menurut saya. Akan tetapi dengan membaca dua buku tulisannya, saya sungguh terkagum-kagum dengan sihir yang berhasil ia tulis dalam ceritanya.

Berikut salah satu sihir yang saya suka:
“Kadang anda sangat merindukan seseorang atau suatu tempat, tapi memutuskan untuk tidak menengoknya demi memelihara kerinduan itu.”
-Kinanthi, Hal 296

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s