Cukup

Ada yang maju tertatih
Ada yang maju menyerang
Dan, ada pula yang mundur teratur
Menyerah! Payah!

Sang tertatih mulai merintih
Sang penyerang kini berang
Sedang si pemilih mundur makin nampak tersungkur

Lalu, bagaimana aku?
Langkahku makin melebar
Ragaku kini tegap mantap
Mataku mulai menyalang meski nanar
Jiwaku rapuh tak ragu menguat

Tak perlu takut aku menghilang
Aku masih di tempat yang sama
Di benteng pertahanan yang telah kubangun bertahun lamanya
Direkatkan rajutan luka di setiap celahnya

Kau tak usah merobohkannya
Hanya perlu menemukan pintu di salah satu sisinya
Pintu dengan rantai berkunci rindu
Tak perlulah kaudobrak
Setia saja.
Sudah itu,
cukup!

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s