Janji

Meskipun aku bukan seorang pelukis, tetapi aku telah melukis senyum pada langit sore itu. Tepat setelah membaca rangkaian aksaramu melalui layar satu inchi ini. Ya, aku melukis senyum beserta rona merah yang bergradasi dengan jingga, milik sang senja.

Kau tahu, aku tahu. Kau tidak perlu berjanji apa-apa untuk semua ini. Karena aku tidak membutuhkan janji-janjimu. Kau bukanlah Caleg dan aku bukanlah rakyat yang akan memilihmu. Kau tak perlu tebar pesona dan mengobral janji-janji manis. Aku tak butuh itu semua.

Tetaplah kau menjadi kau, sebagaimana aku menjadi aku. Bertahanlah lebih lama lagi untuk bergerak bersama waktu. Karena tanpa perlu ada janji yang terucap pun, kita telah sama-sama tahu.

“Berjanjinya nanti saja, ya. Di hadapan Allah, waliku, dan para saksi.”

via fadlillahocta

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s