Orang Asing Milikku

Beberapa hari lalu satu nama perempuan muncul. Perempuan cantik dan manis dari Jakarta yang kuliah di kampus yang sama denganmu. Tentu saja dia pintar. Jika dibandingkan denganku, dia tentu saja lebih dekat dengan kata sempurna. Tak ada apaapanya lah aku ini. Tak punya kualifikasi yang cukup untukku dibandingkan dengan putri itu. Jikapun harus memilih, aku yakin kamu tak butuh waktu banyak untuk berpikir. Sambil menyambung kabel pun, kamu pasti tahu siapa yang terpilih, :dia, sang putri.

———————————

It happens like this:

One day you meet someone and for some inexplicable reason, you feel more connected to this stranger than anyone else–closer to them than your closest family. Perhaps this person carries within them an angel–one sent to you for some higher purpose; to teach you an important lesson or to keep you safe during a perilous time. What you must do is trust in them–even if they come hand in hand with pain or suffering–the reason for their presence will become clear in due time.

Though here is a word of warning–you may grow to love this person but remember they are not yours to keep. Their purpose isn’t to save you but to show you how to save yourself. And once this is fulfilled; the halo lifts and the angel leaves their body as the person exits your life. They will be a stranger to you once more.

― Lang LeavLove & Misadventure

———————————

Ya, suatu hari aku dipertemukan denganmu, sang orang asing. Orang asing yang beraninya menerobos dinding pertahanan yang telah kucoba bangun dengan susah payah. Masuk begitu saja. Bisik permisimu terlalu halus, sehingga kukira itu cuma hembusan angin semilir. Awalnya kukira cuma sapaan embun di daun pagi. Tapi kamu terus menerobos tak terkendali. Taburan perhatianmu mana mungkin aku biarkan. Sisipan pesan sayangmu mana bisa tak kuhiraukan. Lalu, aku tergelincir masuk ke zona nyaman bersamamu, orang asing yang mulai kukenal.

Bagaimana mungkin kamu bisa datang di saat yang benar-benar tepat. Saat aku tengah berpura-pura tegar, kamu temukan titik terlemahku. Bukan untuk menjatuhkanku, tapi untuk menemaniku temukan formula mutakhir untuk selalu bertahan. Caramu sungguh tak biasa. Kamu luluhkan hati yang keras, juga kuatkan jiwa yang lemah di saat yang bersamaan. Caramu luar biasa, sehingga kamu seperti obat bagi pengidap sakit parah. Saat obat itu tak ada, ia akan menggelapar lemah. Terlalu cepatkah jika saat ini kubilang, “Aku membutuhkanmu” ?

Kini, perlahan ada yang bersemi di dada. Desir gugup menjadi kawan. Aku tidak mencintaimu, tapi mungkin aku mulai tertarik padamu. Wahai orang asing, bolehkan kuberi imbuhan milikku? Karena kamu seperti orang asing yang datang dengan sepasang sayap putih berbulu indah. Kamu rela meminjamiku satu, mengajariku cara terbang ke angkasa. Kamu tahu, kini aku mulai pandai menembus awan, menggapai mentari, menghindari kilat.

Tapi, tiba-tiba satu nama perempuan muncul. Sang orang asing milikku sepertinya terpesona pada kilau sang putri. Aku yang tengah menikmati kepakan demi kepakan, mulai kamu lepaskan perlahan. Separuh sayap ini mulai kelelahan harus mengepak sendiri. Apa kamu pikir kamu sudah bebas tugas? Apa kamu kira aku bisa terbang dengan sayap yang separuhnya ada padamu? Tidak, sayang. Jangan pergi dan membiarkan kepak ini terhenti. Sekalipun kamu datang bukan untuk menyelamatkanku, tapi untuk memberi tahuku bagaimana aku bisa menyelamatkan diri sendiri, aku tidak peduli. Yang aku butuhkan, kamu selalu ada. Berbagi kekuatan agar aku bisa terbang lebih tinggi, bukan hanya aku, juga kamu, :kita.

Bolehkah jika kuminta kamu untuk tidak memilih sang putri? Sebab aku bisa lebih baik darinya. Sebab kamu harus tahu, sang pangeran pun telah kuabaikan karenamu. Jadi, bisakah… kamu jadikan aku satu-satunya?

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s