Tuhan Pasti Rindu

Hai, kamu yang bayangannya memantul di cermin itu.

Kamu, iya kamu.

Kamu sangat asing, padahal lebih dari seperlima abad ini kita bernapas dengan paruparu yang sama. Kamu sangat asing, padahal kita berpijak di tanah yang sama, dinaungi langit yang sama, diguyur hujan yang tak berbeda.
Akhir-akhir ini kamu sangat asing. Aku bahkan nyaris tak mengenalimu.

Sejak kapan kamu jadi pekerja keras? Menyelesaikan tugas dan bekerja keras di malam sebelum tugas itu harus dikumpulkan. Sejak kapan kamu jadi pembelajar hebat? Belajar di satu malam terakhir sebelum ujian besok dimulai. Sejak kapan ragamu sangat kuat? Tidur hampir mendekati batas fajar. Sejak kapan kamu jadi orang yang tegar? Biasanya kamu menangis kala malam.

Mana kamu yang dulu. Yang begitu siap menghadapi semua tantangan. Menyelesaikan tugas sebaik mungkin sebelum teman-temanmu selesai. Belajar lebih awal sebelum mereka mulai membuka buku.
Mana kamu yang dulu? Yang terisak mengaku dosa pada-Nya. Bersandar lelah pada Tuhan, yang bersujud pasrah hanya pada-Nya. Di manakah kamu, yang melantunkan surat cinta-Nya walau terbata, yang menyenandungkan asmaasma-Nya walau bergetar?

Tuhan pasti rindu rayuan manjamu. Tuhan pasti rindu isak lelahmu. Tuhan pasti rindu lantunan lembutmu.

Jadi, ayo kembali. Kamu pun pasti rindu dirimu yang dulu.

 

“Cukuplah Allah bagiku,tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.” (Q.S. At-Taubat :129]

 

d, 20 April 2014

 

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s