Firasat

Aku mengetahuinya sejak kami berjumpa pertama kali. Aku mengetahui aku akan jatuh hati. Aku merasakannya sejak ia mendekat. Aku merasa kami akan menjalin dan mengikat.

Apa yang ia katakan, bagaimana ia menatap, bagaimana rongga dadaku menghangat, dan betapa indah dunia ini ia buat. Aku merekam detik itu dan menggenggamnya erat.

Aku menatapnya sambil meratap. Tolong aku. Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran. Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?

 

– Dewi ‘Dee’ Lestari dalam Rectoverso

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s