Terserah Kau

Terserah kau mendoakan siapa pun sekarang,
yang terpenting di masa depan
akulah yang kaucium keningnya selepas sholat bersama di Mushola rumah.

Terserah kau merindu siapa pun sekarang,
yang terpenting di masa depan
akulah yang mendoakanmu setiap kali kauberangkat kerja.

Terserah kau melakukan apa pun sekarang,
yang terpenting di masa depan kita melangkah beriringan
menuju tempat yang sama dan melepas lelah di bawah atap yang sama.

Terserah kau mengejar siapa pun sekarang,
yang terpenting di masa depan
akulah yang bersandar di bahumu memanggil sayang.

Terserah kau mencari siapa pun sekarang,
yang penting di masa depan
akulah yang kautemui setiap kali kau membuka mata ketika fajar tiba.

Terserah kau menunggu siapa pun sekarang
yang terpenting di masa depan
akulah yang membukakan pintu dan menjawab salammu diiringi senyum setiap kali kaupulang.

Terserah kau jatuh cinta pada siapa pun sekarang
yang terpenting di masa depan
akulah yang bersanding denganmu di pelaminan.

Jadi,
: terserah kau.

Sedikit memodifikasi tulisan via ()

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s