Bersembunyilah

Bersembunyilah kau perasaan.

Bersembunyilah dalam hening dan gelap, senyap dan lesaplah pada dinding-dinding sandiwara tentang lupa.

Abaikan hati yang masih berdetak kencang setiap namanya tertangkap oleh kedua telinga. Abaikan ribuan kupu-kupu di dalam perut yang terbang riang ketika dia tertangkap kedua mata. Abaikan rindu yang rimbun berjuntai-juntai seperti pohon beringin.

Tutuplah telingamu. Pejamkan matamu. Sembunyikan hatimu.

Biarkan ia berpura-pura mati rasa. Berlakulah layaknya tak terpanah oleh Dewa Eros. Bernafaslah dalam hitungan sempurna.

Wahai kau perasaan, memanjakanmu pelan-pelan dapat pasti membunuhku. Ketika kau diabaikan, remuk redam seluruh badan. Bercak air mata menggenang di sudut-sudut ruangan.

Lakukan ini; benahi hati yang penuh remah dari sisa-sisa kemah. Benahi diri yang compang-camping di kanan dan kiri. Lantas, tunggulah yang akan menjemputmu dengan keyakinan dan rasa cinta pada Tuhannya yang juga Tuhanmu. Ia, seseorang berbekal mahar dan rasa yang bisa berdiskusi dengan bosan. Mencintai diammu, ramaimu, sedihmu, bahagiamu, hitammu, putihmu.

(c)kotak-nasi

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s