Kusebut Saja Cinta

Kepada rasa yang kusebut cinta
kepada cinta yang kunamai.. Ibu

Juni, 9.

Tibalah kini hari kelahiran Ibu berulang. Hari ketika Allah dengan penuh kasih mengirimkanmu ke dunia. Tumbuh dari gadis cilik yang manis menjadi wanita tegar yang anggun. Lalu, jadilah kau peri pelindungku di bumi ini. Memelukku erat ketika dingin terasa sangat menusuk. Mendekapku ketika rasa sakit terasa amat pilu. Mendengarkan dengan antusias setiap aktivitas keseharianku, nilai ujian, mimpi masa datangku, teman-teman, termasuk tentang.. lelaki itu.

Ibu, aku akan terus menjadi gadis cilikmu yang sesekali merajuk untuk dapat terlelap bersamamu, sembari dinyanyikan lagu pengantar tidur seperti dulu. Aku akan menjadi gadis cilikmu yang dewasa, yang akan mengukir jutaan senyum di bibirmu, juga melukis rona merah bahagia di pipimu. Tak akan pernah ada tangis yang menggenang kecuali tangis haru bahagia.

Ibu tercinta, Ibu terhebat yang pernah kukenal. Seseorang yang mengajarkanku makna pengorbanan, kerja keras, berbuat baik pada sesama, sayang pada keluarga. Membekaliku bagaimana menjadi istri sholehah kelak. Restui aku di setiap langkah ini, Ibu. Doamu akan selalu menjadi mantra abadi sepanjang usiaku.

Kepada Ibu yang kusebut cinta
I.. Love You ♥

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s