Rindu itu Serba Salah

Rindu kadang serba salah, meskipun ia tak bersalah. Seringnya ia datang menggebu-gebu seolah memenuhi rongga dada, hingga terkadang membuat sesak. Tapi tak jarang pula ia datang dengan manis, dan menghidupkan kupu-kupu di dalam perut. 

Saat rindu, aku salah tingkah, tidak tahu bagaimana mengobatinya. Seringnya kubaca ulang percakapan-percakapan saat pagi, siang, hingga malam kita. Lalu, aku mengingat-ingat setiap detail pertemuan yang kadang terasa cepat. Ku bayang-bayang semua senyum dan tawa kita saat itu. Ah, tak berhasil, aku tetap saja rindu.

Siapa bilang obat rindu adalah temu? Karena setelah bertemu aku malah tambah rindu. Seperti minum air laut ketika tenggorokan terasa kering, dan aku malah makin dahaga. Semua serba salah. Dengan melihat sosok dan mendengar suaramu, rindu malah makin menjadi.

Hm, bagaimana jika dengan mengungkapkannya? Apa dengan kubilang rindu padamu, rindunya jadi berkurang? Tidak. Namun, setidaknya itu bisa sedikit melegakan, jika kamu pun sama rindunya denganku. Tapi, jika tidak? Mungkin lebih baik aku mengemas rapat rindu ini.

 

-dewirahayuhambali

Advertisements

6 thoughts on “Rindu itu Serba Salah

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s