Uraian Sederhana Tentang Cinta

Jika kau ingin mengetahui apakah mencintainya atau tidak, kau cukup melakukan hal sederhana ini. Tatap matanya dalam-dalam, genggam tangannya erat, dan kau akan merasakan desiran halus bahkan dahsyat di dadamu. Pandang lekat-lekat paras manisnya, sebut namanya dengan lirih, dan kau akan mendengar melodi bernada merdu yang mengalun di telingamu. Masa depan seakan berada persis di depanmu.

Bagi sebagian orang, mencintai itu sangat mudah. Cukup dirayu palsu sedikit, ia sudah menggelepar. Namun, itu tidak berlaku bagi sebagian orang lainnya. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun hingga bunga merah merona mulai merekah di hatinya.

Tantangan sesungguhnya bukan terletak pada kemampuan mencintai seseorang, melainkan bagaimana mempertahankan cinta tersebut agar tetap bersemi hingga usia senja. Menghayati waktu-waktu kebersamaan hingga rambut memutih bersama atau bahkan hingga gigi tanggal satu per satu. Kehangatan tak hanya dibangun ketika muda sambil menikmati layar bioskop dengan popcorn juga soda, atau menikmati makan malam di hotel bintang lima. Akan tetapi tentang minum secangkir kopi atau teh hangat setiap pagi juga petang di beranda rumah saat usia senja menghampiri. Duduk berdua dengannya sambil menghirup wangi tanah basah sehabis hujan. Kau membaca koran sambil sesekali membenarkan letak kacamatamu, sedangkan ia menggunting kukumu dengan tangannya yang mulai keriput dan gemetar. Sholat berjamaah dan bersahutan membaca surat cinta dengan suara yang tidak setegas hari ini. Rutinitas sederhana itu akan menjadi kebahagiaan tak ternilai yang akan dibawa hingga mati.

Lalu pada akhirnya perpisahan  tetap harus mengambil peran. Kau menemaninya yang terbaring lemah di bawah selimut hangat, dan kau berpura-pura mengikhlaskannya. Atau kondisinya berbalik, ialah yang berpura-pura merelakanmu. Dan tempat tidur hangat itu seketika menjadi dingin saat ia harus berpindah ke pembaringan terakhir, atau kau? Entahlah.

Bagiku, itulah pemahaman sederhana tentang, c-i-n-t-a.
Terlalu sederhanakah? Tapi memang begitulah, jika cinta bisa diuraikan dalam kesederhanaan, mengapa harus dibuat rumit? Ah iya, jika kau mau, kau bisa mengganti semua kata ganti ketiga dengan,
   :aku..

Cimahi, Juli 9, 2014
Dewi Rahayu Hambali

Advertisements

5 thoughts on “Uraian Sederhana Tentang Cinta

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s