Setahun Pertama

Ingatanku tiba di suatu hari ketika kita pertama kali bertemu. Aku masih ingat sebuah bangku panjang yang kita duduki, sebuah piring yang terhidang di depanmu, dan segelas teh manis panas yang kuminum sedikit demi sedikit. Aku tersenyum masam padamu, dan kau balas tersenyum kepadaku, senyum yang dulu belum kusadari manisnya. Saat itu aku lebih banyak diam, dan kau yang lebih sering membuka pembicaraan. Jawaban singkat-singkat yang keluar dari mulutku, tak membuat senyum itu hilang dari bibirmu.

Aku mengundurkan diri, menutup pembicaraan, menutup pertemuan. Berlalu darimu.

Sejak saat itu pula, aku tak berharap banyak untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya. Namun, aku tidak mengerti bagaimana kau masih mau untuk lebih mengenalku (saling mengenal). Lalu perlahan dan aku tidak tahu kapan, kita mulai belajar tertawa bersama, menertawakan segala hal kecil sekali pun.  Dan, kau belajar menyapu air mataku. Kita saling bertukar pikiran dan menyelaraskan pandangan akan segala hal, termasuk.. masa depan.

Setahun pertama, dan semoga masih ada tahun-tahun selanjutnya yang masih bisa kuhitung.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s