Resensi: The Choice karya Nicholas Sparks

The Choice bercerita tentang Travis Parker dan Gabby Holland, asisten dokter anak, yang bertetangga di rumahnya di Beaufort. Perkenalan dimulai ketika anjing yang dipelihara Gabby, Molly, dicurigai hamil dan Gabby menuduh anjing milik Travislah yang menjadi penyebabnya. Namun ternyata tuduhan yang dilontarkan Gabby tersebut salah. Hubungan antartetangga ini terus berlanjut mulai dari ketika Travis, yang ternyata adalah dokter hewan, membantu proses Molly melahirkan. Kemudian, Travis mulai memberanikan diri mengajak Gabby untuk mengikuti liburan bersama sahabat-sahabatnya. Gabby yang awalnya menolak akhirnya menerima ajakan Travis sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih.

Kedekatan mereka terus berlanjut. Makan malam, berbincang hingga larut malam, melihat bintang, merendamkan kaki di kolam air panas, hingga mengendarai motor berkeliling pulau menjadikan akhir pekan yang tidak bisa dilupakan oleh keduanya. Travis dengan berani menyatakan cintanya pada Gabby, namun meskipun Gabby juga mencintai Travis, ia sulit menentukan pilihan sebab dia sudah memiliki kekasih.

How far should a person go in the name of true love?

The Choice merupakan novel pertama karya Nicholas Sparks yang saya baca. Bagi orang-orang yang tertarik pada dunia literasi, siapa yang yang tidak mengenal nama besar Nicholas Sparks yang telah berhasil menerbitkan banyak buku dan meraih best-seller, bahkan beberapa judul bukunya telah berhasil difilmkan dan mengundang semakin banyak fans. Beberapa judul buku yang berhasil diangkat ke layar lebar di antaranya: A Walk to Remember (2002), Dear John (2010), The Last Song (2010), The Best of Me (2014), The Longest Ride (2015), dan untuk The Choice sendiri akan dirilis di layar lebar pada Februari 2016. *I can’t wait for that*

The Choice merupakan salah satu novel roman terbaik yang pernah saya baca. Saya sebagai pembaca berhasil dibawa hanyut ke dalam ceritanya, seakan menjadi pemeran utama dalam kisah tersebut. Mengutip sebagian tulisan Sparks, reading this story made my stomach do a flip flop.

Pada beberapa bagian di bab pertama saya kadang merasa bosan dengan alur yang datar dan konflik yang kurang begitu berarti serta jalan cerita yang mudah tertebak. Namun, konflik utama ternyata baru saya temui di bab kedua novel ini yang menceritakan kehidupan ketika mereka sudah menikah dan memiliki dua orang putri.

Dalam novel ini, tokoh-tokoh harus dihadapkan pada pilihan yang sulit dan berat. Mulai dari ketika Gabby memutuskan untuk memilih Travis sebagai teman hidupnya hingga pilihan yang harus dihadapi Travis ketika Gabby sedang koma selama berbulan-bulan akibat kecelakaan.

The Choice memberi pesan bahwa kita sendiri bertanggung jawab atas keputusan yang kita pilih. Seringnya kita dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit dan berat, namun kita hanya diberikan kesempatan untuk memilih satu. Maka dari itu, kita harus memastikan bahwa pilihan yang kita ambil itu benar-benar pilihan yang terbaik bagi kehidupan kita maupun orang lain. The Choice memberikan gambaran tentang cinta sejati yang saling memperjuangkan dengan caranya masing-masing, selain itu… harapan selalu ada, jangan pernah berhenti berharap. J

“He often felt that too many people lived their lives acting and pretending, wearing masks and losing themselves in the process.” (Sparks, 115)

“Spending time with you showed me what I’ve been missing in my life. The more time we spent together, the more I could imagine it lasting in the future. That’s never happened to me before, and I’m not sure it’ll ever happen again. I’ve never been in love with anyone before you came along—not real love, anyway. Not like this, and I’d be a fool if I let you slip away without a fight.” (Sparks, 398)

“This place, with you by my side, is where I’ll always want to be.” (Sparks, 462)

 

Dewi Rahayu Hambali
Cimahi, 30 November 2015

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s