Dolanan ke Malang

Aku yang dari kecil tinggal di daerah sejuk, meskipun belakangan ini cukup panas juga, menjadi lebih terbiasa dan nyaman dengan daerah-daerah yang sejuk dan dingin. Jadi, untuk opsi tempat liburan pun aku cenderung memilih tempat yang agak jauh dari cuaca panas. Kebetulan beberapa hari lalu suami punya kesempatan untuk cuti, maka kami memutuskan pergi ke Malang untuk berlibur sejenak.

Jujur saja trip kali ini belum kami rencanakan dengan sangat matang dari jauh hari terutama dalam hal budget financialnya, agak mendadak sehingga kami harus mengatur bagaimana caranya trip bisa berlangsung dengan baik sesuai budget yang dimiliki. Maka, kami berusaha menekan seminimal mungkin biaya transport dan penginapan.

Budget yang terbatas tentu mengharuskan kami cermat dalam menentukan akomodasi perjalanan, salah satunya yaitu penginapan. Malam pertama kami putuskan menginap di Batu, sedangkan malam kedua kami menginap di Malang. Berikut reviewnya:

  1. Sahabat Backpacker

Penginapan ini berada di Gg. 2 Ngaglik Kota Batu. Butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk tiba di penginapan dari Stasiun Malang. Lokasinya pun menurut saya sangat strategis. Bagaimana tidak, kami hanya butuh waktu sekitar 5 – 7 menit berkendara motor untuk tiba di setiap tujuan wisata. Rekomendasi penginapan ini kami dapat dari traveloka. Sesuai dengan nama penginapannya, penginapan ini sangat bersahabat dengan para backpacker.  Kami hanya mengeluarkan kurang dari Rp70.000,- untuk menginap di sana per malam. Meskipun harga inapnya terbilang murah, kita tidak perlu khawatir karena pelayanannya ramah serta tempatnya bersih dan nyaman. Meskipun kamar mandi berada di luar. Namun tenang saja, kamar mandinya pun bersih. Kami yang menginap di lantai 2 dapat bonus pemandangan Gunung Arjuna dan Gunung Kawi yang indah sejauh mata memandang.

  1. Lily Guest House

Lily Guest House berada di Jl. Pasar Besar Klojen Kota Malang. Lokasinya pun tidak jauh dari Alun-Alun Kota Malang dan Stasiun Malang. Untuk menginap di sini, kami mengeluarkan uang Rp170.000,- per malamnya. Guest house ini berada di ruko-ruko namun cukup besar dan banyak kamarnya. Meskipun kamarnya terbilang kecil terutama dipakai untuk sholat, namun ada kamar mandi yang disertai air hangat di masing-masing kamar. Pelayanannya pun ramah dan tempatnya bersih. Namun sayangnya, fasilitas basic seperti keset tidak disiapkan di sana.

Berangkat dengan kereta api menjadi opsi terbaik buat kami. Akhirnya kami berangkat menggunakan kereta api Matarmaja dengan jam keberangkatan pukul 15.15 dari Stasiun Pasar Senen. Butuh waktu lebih dari 16 jam untuk tiba di Stasiun Malang Baru keesokan harinya, yaitu sekitar pukul 07.50. Dengan waktu perjalanan selama itu, membawa bantal leher dan menyewa bantal ke Reska sangatlah membantu.

Setibanya di Stasiun Malang, kami langsung bertemu dengan orang yang motornya akan kami sewa. Ya, kami menyewa motor untuk menekan biaya perjalanan selama di sana dan juga mempermudah mobilisasi kami saat trip. Tarif sewa motor per hari Rp 80.000,- dan itu menurut kami sangat worth it digunakan berkeliling kota Malang dan Batu sepuasnya. Cukup mengeluarkan Rp200.000,- untuk menyewa motor selama hampir 3 hari. Pelayanannya pun  sangat memuaskan, karena motor dapat diambil dan dikembalikan di tempat yang kami inginkan dengan menghubungi pemilik kendaraan terlebih dahulu tentunya. Setelah menyewa motor di stasiun tersebut, kami langsung berangkat ke Batu untuk check in di penginapan dan mulai mengunjungi tempat-tempat wisata di sana. Untuk tiba di Batu, kami hanya memerlukan waktu perjalanan selama kurang lebih 1 jam. Namun waktu tempuh itu tidak terasa berat karena udara sejuk yang segar serta jalanan yang jauh dari kata macet.

Tentu saja Malang terutama Batu memiliki tempat-tempat wisata yang sayang sekali untuk tidak dikunjungi. Namun, karena waktu kami terbatas, hanya beberapa yang dapat dikunjungi, yaitu:

  1. Eco Green Park

Eco Green Park merupakan salah satu wisata edukasi yang ada di Batu. Hanya butuh sekitar 5 menit untuk sampai di tempat wisata tersebut dari penginapan, tepatnya di Jl. Oro-oro Ombo 9A. Tiket masuknya seharga Rp150.000,- namun itu sudah termasuk tiket terusan untuk berwisata di Jatim Park II. Eco Green Park menjadi tempat wisata yang bernuansa alam dan ekosistem yang disuguhkan dengan sangat rapi dan cantik. Setidaknya ada 35 wahana yang dapat pengunjung nikmati di sana. Semua wahana tersebut memadukan konsep wisata alam, kebudayaan, lingkungan dan seni yang inspiratif, menarik, dan mendidik.

Beberapa wahananya yaitu Walking Bird yang membawa pengunjung melihat-lihat banyak sekali jenis burung yang tidak bisa terbang di dunia, kemudian Insectarium yang bisa dibilang menjadi museum untuk ribuan hingga jutaan jenis serangga yang ada di dunia. Ada juga World of Parrot, Bird of Paradise, Duck Kingdom, Owl, Bird Galery, Dunia Ayam, Pasar Burung Tempo Doeloe, dan juga Rumah Terbalik. Selain itu, pengunjung dapat juga menyaksikan Bird Show di waktu-waktu tertentu.

Di sana, pengunjung benar-benar diarahkan untuk dapat mengelilingi hampir semua wahana, namun jangan khawatir bagi yang kelelahan dan tidak dapat berjalan jauh, disediakan pula E-bike yang dapat disewa pengunjung untuk  mempermudah pengunjung dalam mengelilingi dan menikmati setiap wahananya.

Di samping itu, ketika berkeliling, pengunjung dapat menemui beberapa karya daur ulang. Contohnya Gajah Monitor, yaitu gajah yang disusun dari kurang lebih 100 monitor bekas, kemudian beberapa jenis insekta yang juga disusun dari barang-barang bekas lainnya. Sangat menarik.

  1. Jatim Park II

Jatim Park II masih berada di satu kawasan dengan Eco Green Park. Di Jatim Park II ini terdapat Batu Secret Zoo dan Museum Satwa yang dapat dikunjungi. Keduanya bisa dibilang kebun binatang dan museum satwa terbaik di Pulau Jawa.

Batu Secret Zoo merupakan kebun binatang dengan berbagai jenis spesies hewan yang lengkap dan variatif. Sangat cocok menjadi wisata edukasi terutama untuk anak-anak. Banyak juga wahana yang dapat dikunjungi, yaitu Reptile Garden, Aquarium, Savannah, Fantasy Land, Swimming Pool, Animal Coaster, River Adventure, Tiger Land, dan masih banyak lagi. Hewan-hewan yang ada di sini terlihat benar-benar terawat dengan baik. Lagi-lagi pengunjung dapat menyewa E-Bike untuk berkeliling Batu Secret Zoo ini.

Ke Jatim Park II akan rugi jika tidak mengunjungi Museum Satwa. Museum Satwa di sini benar-benar menarik dan jauh dari kata membosankan. Di sana banyak jenis hewan-hewan mati yang diawetkan dan juga replica yang benar-benar seperti sungguhan. Untuk sebagian besar hewan ditempatkan di sebuah tempat kaca yang disertai background dan properti pendukung untuk ekosistem dari setiap hewan. Ada juga kerangka dinosaurus dan paus dengan ukuran yang menyerupai aslinya.

Pengunjung dapat juga menginap di kawasan Jatim Park II, yaitu di di Hotel Pohon Inn. Di sana katanya pengunjung dapat menginap dengan suasana rumah pohon. Cukup menarik sepertinya untuk di coba.

  1. Batu Night Spectacular

Tidak perlu bingung untuk menghabiskan malam di Batu. Tidak jauh dari Jatim Park II, Batu menyediakan permainan-permainan yang seru di Batu Night Spectacular. BNS bisa dibilang seperti taman hiburan. Taman hiburan yang tidak seperti kebanyakan tentunya. Tempat wisata yang buka dari pukul 15.00 hingga tengah malam ini berisi berbagai wahana yang dapat memacu adrenalin, namun tidak perlu khawatir karena ada pula wahana yang disediakan untuk anak. Selain itu, ada pula wahana-wahana lain seperti rumah kaca, rumah hantu, Cinema 4D, Trick Art Galery, go kart, lampion garden, dan banyak yang lainnya.

Harga tiket masuknya relatif terjangkau. Untuk masuk pengunjung hanya perlu membayar Rp35.000. Namun, ketika akan menaiki beberapa wahana pengunjung perlu membayar lagi Rp15.000 hingga Rp25.000. Tapi tenang saja, jika ingin mencoba semua wahana, pengunjung bisa membeli tiket terusan seharga Rp90.000. Dengan tiket ini, pengunjung dapat masuk gratis ke sebagian besar wahana.

Pengalaman paling berkesan adalah saat naik wahana pertama, yaitu Sepeda Udara. Wahana itu mengajak pengunjung mengelilingi BNS dengan view dari atas dengan menaiki sepeda angin yang berjalan di rel. Gemerlap. Namun, saat itu awan sedang turun di Batu, sehingga cuaca sangat dingin dan jarak pandang menjadi sangat pendek. Di sepeda angin itu kami merasa seperti menembus awan.

  1. Museum Angkut

Belum ke Batu, kalau belum ke Museum Angkut. Tidak jauh dari tempat wisata sebelumnya, Museum Angkut berada di Jl. Terusan Sultan Agung 2. Dengan tiket masuk seharga Rp100.000,- belum lagi diskon 30% di weekday, kita bisa menikmati museum transportasi pertama dan terbesar di Asia.

Berbagai macam jenis kendaraan dari jaman dulu hingga sekarang disuguhkan di sana. Bukan hanya itu, pengunjung bisa melihat koleksi kendaraan dari berbagai daerah dan negara, seperti Sunda Kelapa, Pecinan, Italia, France, Germany, England, dan banyak lagi. Hebatnya, Museum Angkut tidak hanya menyajikan kendaraan dari berbagai negara dengan meletakkannya begitu saja, namun didukung pula dengan properti dan pendukung lainnya hingga landmark dari setiap negara. Sehingga pengunjung seperti di ajak keliling dunia dalam waktu singkat, karena nuansa setiap negara berhasil dibuat dengan sangat mengesankan.

Menariknya lagi, ketika kami masuk area taman Buckingham Palace, rupanya kabut sedang turun di situ, sehingga beruntungnya kami benar-benar berasa sedang ada di London karena didukung oleh kabut dan cuaca dingin kota Batu.

Banyak sekali spot foto menarik di Museum Angkut ini, mulai dari berfoto dengan kendaraan-kendaraan unik dan legendaris, landmark negara, dan sudut-sudut kota yang dibuat di museum tersebut. Selain itu, pengunjung dapat juga memasuki kendaraan besar, contohnya pesawat kepresidenan RI. Di sana pengunjung diajak masuk ke replika pesawat tersebut dan menikmati interior pesawat yang telah didesain semirip mungkin dengan aslinya. Tentu saja kita boleh berfoto di dalamnya. Ada pula pesawat Cessna dan Boeing yang kokpitnya dijadikan spot foto, sehingga pengunjung dapat berfoto di sana seakan-akan seorang pilot sungguhan. Menarik.

Kami butuh waktu kurang lebih 4 jam untuk berkeliling di sana.

  1. D’Topeng

Di era millennial ini kebudayaan menjadi hal yang rawan sekali untuk punah begitu saja jika tidak ada yang melestarikannya. Museum D’Topeng inilah salah satu media untuk melestarikan budaya dan warisan nenek moyang. D’Topeng masih berada di kawasan Museum Angkut, untuk berkeliling di dalamnya, pengunjung tidak dikenakan biaya lagi.

Museum D’Topeng ini terbilang baru di Museum Angkut, namun koleksinya perlu diacungi jempol karena banyak dan relatif lengkap. Kain batik dari berbagai daerah, berbagai jenis topeng, hingga peninggalan-peninggalan bersejarah dari berbagai daerah disajikan di museum ini. Ketika kami ke sana, kami dipandu oleh seorang guide yang punya kualifikasi baik di bidangnya. Guide tersebut membantu kami menjelaskan sejarah dan silsilah serta fungsi dari sebagian barang yang ada di museum tersebut. Jika ke Museum Angkut, mampirlah ke D’Topeng ini  untuk lebih mengetahui bahwa Indonesia sangat kaya budayanya.

  1. Pasar Apung

Pasar Apung sebenarnya masih bagian dari kawasan wisata Museum Angkut. Di sana dapat dijumpai sejumlah penjual souvenir khas Batu dan penjual makanan serta jajanan. Menariknya, beberapa pedagang membuka lapaknya di danau buatan sehingga disebutlah sebagai Pasar Apung.

Selain itu, pengunjung dapat juga mengelilingi danau buatan tersebut dengan menggunakan perahu. Cukup membayar Rp10.000 per orang, maka kita bisa mengelilingi Pasar Apung dan menikmati hembusan udara Batu yang sejuk.

  1. Wisata Petik Apel

Cukup banyak pilihan untuk wisata petik Apel di Batu ini. Kemarin kami memutuskan untuk ke Kusuma Agrowisata dan mencoba pengalaman petik apel di sana. Untuk wisata petik apel ini pengunjung dikenai tarif Rp35.000 per orang, namun ada pula paket yang lebih lengkap yaitu disertai dengan petik jeruk, petik jambu, dan petik strawberry. Sehingga perlu diluangkan waktu yang cukup banyak untuk mencoba semuanya ditambahkan lahan yang disiapkan kurang lebih 4 hektar.

  1. Alun-alun Kota Batu

Jika traveler masih bingung untuk menghabiskan malam di Batu, selain BNS, Alun-alun Kota Batu dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati dinginnya Batu di malam hari. Tidak seperti alun-alun kota biasanya, selain untuk bersantai dan duduk-duduk, pengunjung dapat juga menikmati kota Batu dari atas ferish wheel atau lebih dikenal bianglala. Pengunjung hanya perlu membayar Rp5000,- per orang untuk sekali putaran bianglala yang cukup besar dengan jari-jari 3-4 meter. Selain itu, ada pula carousel untuk anak-anak bermain.

Belum lengkap rasanya jika bersantai tidak disertai dengan makanan. Tidak perlu khawatir, karena di dekat Alun-alun Kota Batu ini ada pasar yang menyediakan minuman dan makanan-makanan cemilan dengan harga relatif terjangkau untuk menikmati malam santai tersebut. Pasar tersebut dinamakan Pasar Laron.

  1. Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni

Nah untuk kali ini, tempat wisatanya tidak berada di Batu, namun di Malang. Kampung warna warni di berada di Kelurahan Jodipan dan Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang. Kenapa disebut kampung warna warni? Karena memang sesuai dengan namanya, kampung yang berada di bantaran Sungai Brantas ini benar-benar colorful. Semua atap dicat dengan warna-warna cerah, begitupun dengan dinding-dinding rumah, pintu, tangga, dan tembok lainnya. Sebagian banyak dinding dan tembok bukan hanya dicat namun juga dilukis mural oleh para karang taruna di sana. Artistic. Kampung ini dulunya merupakan kampung kumuh yang tidak terurus bahkan termasuk ke dalam 11 kampung kumuh di Indonesia, hingga kemudian sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang mempunyai inisiatif  untuk menyulap kampung kumuh ini menjadi indah dan memukau dengan menggandeng salah satu perusahaan cat. Kampung ini akhirnya mulai dibuka menjadi tempat wisata semenjak Agustus 2016. Menarik sekali, kampung kumuh ini kini menjadi tujuan wisata banyak orang. Semoga kebersihan dan kerapian di kampung ini senantiasa dijaga dan ditingkatkan baik oleh warga setempat maupun wisatawan yang datang ke sana.

Sebenarnya masih banyak wisata di Malang dan Batu yang wajib untuk dikunjungi, namun berhubung waktu kami terbatas, mungkin obyek wisata lainnya akan menjadi tujuan utama ketika kami berkesempatan berkunjung lagi ke sini.

Shining Batu, Wonderful Malang.

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s