Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita dari surga.
Tempat, dimana orangtua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal disini hanya untuk sementara.
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
Maka berusahalah semampumu
Untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas.
Jangan sia-siakan waktumu di planet yang kecil ini.
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh.
Atau karena ditinggal orang yang tercinta.
Bahkan, kematian pun bukanlah Perpisahan, sebab kita pasti kan bertemu di akhirat.
Perpisahan adalah, jika salah satu dari kita di surga, yang lain di neraka.

– Dr. Aidh Al Qarnie

Advertisements

Aku masih tidak peka; kapan kamu serius, kapan kamu becanda.
Aku masih kesulitan menentukan; kapan kamu tertawa bahagia, kapan kamu tertawa tanpa nada.
Aku masih sering bertanya dalam hati; kapan kamu mengungkapkan rasa, kapan kamu berpura-pura.
Sebenarnya, selama ini, apa yang aku tahu perihal kamu?

(c) senjanyabida

Jatuh dan Menerima

Perempuan yang jatuh cinta (meskipun kemudian ia patah hati), tak menunggu lelaki yang lebih baik dari yang mereka cintai saat ini. Kami tak pernah tahu mana yang lebih baik, karena jatuh cinta selalu soal waktu yang sedang dijalani. Bukan kemarin, bukan besok.

Tak ada laki-laki yang lebih baik dari yang sekarang kami cintai. Kami jatuh cinta begitu saja dan mengambil risiko bahwa lelaki itu mungkin tak cukup baik di mata orang lain.

Jadi benar cinta itu buta?
Tidak.
Cinta membuat seseorang merasa cukup.
Menerima.

Windy Ariestanty