Critical Eleven

Saya baca buku ini karena tertarik dengan judul, cover, dan sinopsis singkat di sampul belakang. Belum lagi buku ini tidak lama akan difilmkan yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Adinia Wirasti (oke, skip). Akhirnya selama saya baca buku ini, saya tunggu-tunggu mana lagi nih cerita tentang 11 menit kritis di pesawatnya? Ternyata cuma diceritakan di awal saja saat pertemuan Anya dan Alle, dan sebagian besar berlatarkan di rumah. Oh, under expectation.

Jadi begini, novel ini menceritakan Anya dan Alle yang bertemu di pesawat hingga singkat cerita mereka berjodoh dan menikah. Anya dan Alle digambarkan sebagai pasangan sempurna dan idaman siapapun lah, bagaimana tidak mereka berdua kaya, cantik dan ganteng, karir cemerlang, romantis, dan kesempurnaan lainnya. Konflik baru terjadi, ketika bayi yang Anya kandung 9 bulan meninggal dalam kandungan. Satu kalimat sederhana Alle yang terkesan menyalahkan Anya lah yang jadi pemicu konflik. Hingga Anya marah dan tidak mau bicara ke suaminya sampai berbulan-bulan.

Tapi, jika dipikir-pikir, apa yang Alle bilang tidak ada salahnya juga. Toh, kodrat istri bukan untuk bekerja banting tulang apalagi hanya untuk mengikuti gaya hidup yang high class, ditambah lagi Alle kan sudah jadi penambang minyak di Texas, mungkin uangnya sudah tidak tertampung di bank lagi. Buktinya, kekayaan tidak bisa mengembalikan anak yang sudah meninggal, kan? Ah, tapi mungkin Anya tidak mengerti ini.

Menurut saya konfliknya cuma satu: bukan Alle yang salah bicara tapi Anya yang terlalu sensitif, namun dramatisasinya luar biasa hingga novelnya tebal begini. Tapi untung saja penulisan ceritanya ringan juga tidak memberatkan pembaca hanya dengan konflik seperti itu.

Ini novel Ika Natassa pertama yang saya selesaikan sampai habis, setelah sebelumnya Antologi Rasa yang tidak selesai.

So, semoga filmnya sukses dan bahkan jauh lebih baik dari novelnya.

Regards.

Advertisements