Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Satu lagi karya Eka Kurniawan yang saya baca. Novel berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini sarat dengan kekerasan, perkelahian, seks, juga perjuangan hidup yang dibumbui dengan kata dan umpatan kasar nan vulgar yang dilulussensorkan. Semua kata-kata kasar bertebaran hampir di semua bagian novel, muncul apa adanya dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Sehingga saya yang cenderung lebih menyukai buku yang santun, agak risih dan tidak nyaman membaca karya Eka Kurniawan ini. Namun dari segi konteks cerita, sangat perlu diacungi jempol.

Seperti Cantik itu Luka yang pernah saya baca sebelumnya, novel  21+ ini masih kuat di permainan alur cerita. Ketika saya baru baca setengah bagian cerita, saya terkesan bahwa alur yg ditulis benar-benar berantakan, atau mungkin memang sengaja di buat begitu. Namun, ketika mulai menyelesaikan setengah bagian berikutnya, saya baru mengerti bahwa alur yang dibuat, sama sekali bukan berantakan, namun benar-benar halus dan rapi. Penulis nampaknya ingin menampilkan hampir semua konflik terlebih dahulu di awal, baru kemudian setiap konflik tersebut diselesaikan juga semuanya satu per satu di akhir cerita.

Tokoh dalam cerita ini banyak sekali, dan hampir semua penokohan didetailkan dengan sangat baik. Setiap tokoh memiliki karakteristik yang kuat dan unik yang jarang sekali saya temukan di kehidupan sehari-hari saya. Sayangnya, nama tokoh yang sebagian banyak menggunakan nama julukan (bukan nama sebenarnya) cukup membuat saya lupa siapa tokoh ini sebenarnya.

Kita tentu saja dapat mengambil pelajaran dari beberapa konflik yang muncul dalam cerita. Konflik yang dimunculkan mungkin bisa dianggap tidak menarik bagi kebanyakan penulis, seperti: Ajo Kawir yang kemaluannya tidak bisa berdiri sejak kedapatan mengintip polisi yang sedang memperkosa seorang perempuan gila, Iteung yang memutuskan belajar bela diri karena pernah diperkosa oleh gurunya saat ia masih sekolah, Mono Ompong yang sama sekali tidak bisa berkelahi namun harus jadi objek taruhan untuk bertarung dengan Si Kumbang demi harga dirinya, Si Tokek yang jadi teman setia Ajo Kawir dan berjanji pada dirinya untuk tidak akan menikah sampai kemaluan temannya itu bisa berdiri, dan masih ada beberapa konflik lainnya.

Dari semua konflik tersebut, Eka berhasil mengangkat konflik itu menjadi sebuah cara yang tepat bagi pembaca untuk melihat hidup melalui point of view yang berbeda tanpa perlu menghakimi terlebih dahulu.

Rate: 3,5/5